Anak saya tidak mengerti kalau di-lulu

Bersama Sri Ambarwati, SE (Ketua Biro Peduli Anak YBU l-Mustanir)

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Ibu pengasuh Tanya Jawab Permasalahan Anak, saya mempunyai anak usia lima tahun, akhir-akhir ini saya agak bingung menghadapinya. Masalahnya anak saya kalau dilarang seperi disuruh, kalau disuruh seringkali mogok atau membantah. Kadang-kadang saya jengkel juga, sehingga kalau dia melakukan kesalahan saya katakan yang sebaliknya (Bhs. Jawa nglu-lu). Tapi sepertinya anak saya tidak mengerti kalau sedang dilu-lu. Bagaimana Bu, saya tolong dibantu.

Bu Hanik,

Rejoagung

Wa’alaikumussalam. Wr. Wb.

Ibu Hanik yang budiman. Pada dasarnya setiap anak ingin selalu disayang oleh orangtuanya terutama ibunya. Untuk anak ibu, cobalah merubah gaya mendidik anak. Tolong Ibu kurangi kata-kata yang berupa perintah dan larangan. Ajaklah anak untuk dialog, dan gunakan kata-kata yang bijak bila menyuruh sesuatu. Misalnya ketika anak sulit disuruh mandi katakan : “Anak Sholeh, Ibu akan senang sekali kalau kakak segera mandi”. Hindari kata-kata yang terkesan memaksa, misalnya : “Ayo mandi. Cepat”! Bila anak menolak, jangan keburu marah Bu, ajaklah berdialog. Misalnya ditanya “Apa yang menyebabkan kakak tidak segera mandi”? Dan apabila si anak melakukan sesuai keinginan kita, jangan lupa memberi imbalan baik berupa pujian, senyuman, ciuman atau pelukan sayang. (tidak harus materi). InsyaAlloh anak akan senang menerima imbalan dari kita, dan akan terus mencari apa yang membuat kita senang dan menyayangi dia.

Ibu Hanik yang sholehah. Berkenaan dengan kata-kata yang nglu-lu, anak usia lima (5) tahun akal dan perasaannya memang belum berkembang sempurna. Sehingga wajar saja jika dia tidak memahami kalau sedang dilu-lu. Misalnya ketika si kakak memukul adiknya, janganlah kita melarangnya dengan mengatakan “terus-terus”!atau berkata kepadanya “Bagus ya, sekarang sudah pandai membantah nasehat ibu”! atau “Senang lihat ibu sedih”? Tolong jangan gunakan kata-kata semacam itu, karena anak kita yang lugu akan memahami apa adanya dan belum mampu menganalisanya. Di sini, kita memang dituntut untuk senantiasa kreatif dalam memberi nasehat pada anak. InsyaAlloh lama- kelamaan anak akan mengerti karena nasehat Ibu akan terekam di alam bawah sadarnya, walaupun mungkin hasilnya tidak saat itu juga.

Terakhir kali, senantiasa do’akan setiap selesai sholat. Kita pasti yakin, tidak ada sesuatu yang sulit bagi Alloh Ta’ala, termasuk menjadikan anak kita menjadi anak yang sholeh. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: