Keberanian Sayyidina Ali kw.

Pagi kala itu suasana di kota Mekkah sangatlah lengang. Pembesar Quraisy yaitu Abu Jahal dan kawan-kawannya berkumpul di Darun Nadwah membahas tentang hijrahnya kaum muslimin ke Madinah yang penuh pengorbanan. Mereka sangat khawatir dengan kondisi ini karena mengancam agama dan kedudukan mereka, sehingga mereka pun bersekongkol untuk menghabisi pembawa bendera dakwah Islam secara cepat dan memotong pancaran sinarnya dari muka bumi yaitu dengan membunuh Rasulullah saw yang masih berada di Mekkah.
Para pemuka Quraisy menunjuk sebelas orang terkemuka untuk mengepung rumah Rasulullah saw. Mereka sangat yakin akan berhasil dan seperti yang sudah direncanakan rencana jahat itu akan dilaksanakan pada tengah malam. Maka dari itu mereka terus berjaga menunggu saat ditentukan
Namun Allah swt selalu melindungi Rasulullah saw dengan mengirimkan Jibril yang membawa wahyu dari Allah seraya mengabarkan persekongkolan orang-orang Quraisy dan bahwa Allah swt sudah mengijinkan Rasulullah untuk pergi serta menetapkan waktu hijrah seraya berkata ”Janganlah engkau tidur di tempat tidurmu malam ini seperti biasa.”
Kemudian Rasulullah saw menunjuk pemuda gagah berani yang siap berkorban untuk membela Rasulullah saw. Dialah Ali bin Abu Thalib, kemenakan Rasulullah saw, orang yang termuda ketika masuk Islam. Ketika Rasulullah saw bersabda ” Tidurlah di atas tempat tidurku, berselimutlah dengan mantelku warna hijau yang berasal dari Hadhramaut ini. Tidurlah dengan berselimut mantel ini.Sesungguhnya engkau tetap akan aman dari gangguan mereka yang engkau khawatirkan”, Ali bin abu Thalib siap menantang maut menggantikan Rasulullah saw.
Sungguh keberaniannya menggantikan orang yang diincar akan dibunuh oleh Quraisy semata-mata ia lakukan karena kecintaannya kepada Allah dan Rasulnya, sehingga keberaniannya mengalahkan semuanya. Ia rela mengorbankan nyawanya sendiri dengan menjadi sasaran empuk penyerangan orang Quraisy. Dengan demikian, orang-orang Quraisy mengira bahwa Rasulullah masih tidur di tempat tidurnya sedangkan Rasulullah dapat keluar rumah dengan tenang. Beliau menyibakkan kepungan mereka dengan memungut segenggam pasir dan menaburkan ke kepala mereka. Sesungguhnya Allah swt telah membutakan mereka sehingga tidak bisa melihat Rasulullah saw keluar rumah melewati mereka. Akhirnya Rasulullah saw bersama Abu Bakar pergi meninggalkan Mekkah.
Ali bin Abu Thalib pun siap apabila orang-orang Quraisy tersebut menyadari bahwa yang tidur tersebut bukanlah Rasulullah saw. Dan saat itu pun tiba, ketika ada salah seorang Quraisy yang lewat dan menyadarkan orang-orang yang mengepung bahwa Rasulullah saw  telah pergi melewati mereka, maka Ali pun menjadi sasaran kemarahan mereka. Mereka bertanya kepada  Ali dengan penuh kemarahan tentang keberadaan Rasulullah saw, tapi karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Ali dan ingin segera mengejar Rasulullah saw, mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Ali bin Abu Thalib.
Pengorbanan Ali tidaklah sia-sia karena syurga menjadi jaminannya, namun,yang patut dicontoh adalah keberaniannya dalam kebenaran semata-mata karena Allah dan Rasulnya. Keberaniannya hanya ditujukan untuk membela agama, membela kebenaran…  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: