<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Firdausmile</title>
	<atom:link href="http://firdausmile.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://firdausmile.wordpress.com</link>
	<description>Majalah Keluarga Muslim Cerdas Kreatif</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Mar 2008 01:28:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='firdausmile.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Firdausmile</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://firdausmile.wordpress.com/osd.xml" title="Firdausmile" />
	<atom:link rel='hub' href='http://firdausmile.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sobat, Lindungi Jiwamu dari Tradisi Jahiliyah</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/sobat-lindungi-jiwamu-dari-tradisi-jahiliyah/</link>
		<comments>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/sobat-lindungi-jiwamu-dari-tradisi-jahiliyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 01:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firdausmile</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/sobat-lindungi-jiwamu-dari-tradisi-jahiliyah/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti matahari yang tiada lelah bersinar atau air yang terus mengalir dari hilir ke hulu. Demikianlah perbincangan mengenai cinta. Lidah takkan kelu untuk membicarakannya, hati tiada berhenti untuk berdebar, dan akal tidak pernah kehabisan stok kata-kata untuk menggambarkan keindahannya. Sahabat, cinta menjadi inspirasi bagi semua aktivitas di bumi ini, alasan untuk saling mengenal, berkorban, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=56&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>    Seperti matahari yang tiada lelah bersinar atau air yang terus mengalir dari hilir ke hulu. Demikianlah perbincangan mengenai cinta. Lidah takkan kelu untuk membicarakannya, hati tiada berhenti untuk berdebar, dan akal tidak pernah kehabisan stok kata-kata untuk menggambarkan keindahannya. Sahabat, cinta menjadi inspirasi bagi semua aktivitas di bumi ini, alasan untuk saling mengenal, berkorban, dan mengikat kesetiaan. Tanpanya, kehidupan laksana pepohonan yang kering kerontang dan dunia akan diliputi kebencian dan kedengkian antar sesama. Sehingga, eksistensi manusia akan musnah dalam hitungan waktu.<br />
Sahabat, Maha Suci Allah yang telah memberikan potensi cinta dalam jiwa kita. Betapa rasa ini bisa diungkapkan dengan berbagai macam cara. Senyuman di pagi hari, sapaan tulus, ataupun nasihat sederhana bisa menjadi bukti bahwa kita saling mencintai. Sahabat, kita pun sama-sama telah  merasakan betapa kesederhanaan cinta yang disalurkan secara tulus baik dari sahabat terdekat, ortu, maupun orang-orang tercinta adalah kontribusi terbesar yang mendewasakan kita selama ini. Tiada mungkin kita bisa tumbuh dan berkembang seperti sekarang tanpa pendampingan cinta yang murni. Bersyukurlah, karena kita telah dianugerahi dan dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki sebentuk rasa mulia ini. Namun, jangan salah! cinta bisa pula membawa petaka. Sahabat, ketika air mengalir dengan kekuatan besar dan tanpa ada kendali tentu akan merusak lingkungan dan mencipta musibah banjir. Demikian pula gelombang cinta. Ketulusan hati akan berubah menjadi nafsu dan ambisi tatkala tercurahkan tanpa batas dan kendali. Oleh karena itu, love needs rules. Sehingga, penyaluran cinta di kehidupan sesuai dengan maksud sang Pencipta menganugerahkan potensi ini dalam jiwa kita yaitu, menentramkan jiwa dan melestarikan kehidupan manusia.<span id="more-56"></span><br />
Berkaitan dengan penyaluran ini, 14 februari yang baru saja berlalu, dianggap masyarakat sebagai saat tepat untuk pembuktian cinta. Biasanya, menjelang tanggal tersebut, mayoritas remaja gaul akan disibukkan mempersiapkan spesial event untuk orang-orang yang menawan hati. Entah orang tua, sahabat, ataupun orang yang ditaksir. Biasanya sih spesial event ini cenderung untuk sahabat dan gacoan jiwa. Valentine Day, namanya. Warna merah jambu, kata-kata romantis, good looking performance menjadi persiapan wajib. Sehingga pengungkapan hati tidak bertepuk sebelah tangan, kita bisa terbebas dari cap JOJOBA (jomblo-jomblo bahagia), dan yang terpenting usaha ini bisa menjadi awal jalinan spesial relationship di bulan-bulan mendatang. 14 februari  tanpa perayaan valentine day kayaknya gak TOP banget! Betulkah? Nah, sebelum kita sama-sama mengamini tradisi ini dan bahkan terlibat didalamnya, kita perlu tahu status dari tradisi budaya ini. Jangan-jangan, udah keluar banyak biaya tapi malah merusak kesehatan iman en aqidah diri. Artinya, kita hanya keren dihadapan manusia tapi fakir dihadapanNya. Naudzubillah banget dech&#8230;</p>
<p>Apa seh V-Day itu?<br />
Ada asap pasti ada api. Setiap aktivitas pasti ada latar belakangnya. Demikian pula dengan Valentine Day. Kalo dilihat secara bahasa, statement valentine day bukan berasal dari bahasa Al Qur’an yaitu bahasa arab. Valentine day adalah ungkapan asing yang merupakan simbol khas dari suatu kaum atau agama. Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata Valentine berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Jika merunut sejarah kemunculannya, budaya ini berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day. The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).<br />
Icon “Cupid” (bayi bersayap dengan panah), yang sering di sebut sebagai simbol valentine day/cinta, konon adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari. Dia digelari tuhan cinta/dewa amor karena rupawan sehingga diburu wanita. Bahkan diceritakan ia pernah berzina dengan ibunya sendiri. Maka dari itu, aktivitas valentine day selalu lekat dengan momen pengungkapan isi hati en percintaan.</p>
<p>Di Buang Sayang ato Di Ambil Beracun?<br />
Senang memang rasanya jika kita bisa membaur dan terlibat dalam pergaulan tren remaja sekarang ini. Plakat Kuper, Kuno en Kuin bakal jauh-jauh dari kita. Teman pun bertambah banyak. Bahagia pun terasa ketika someone spesial memberi perhatian ato cinta kita sambut bergayung. Serasa menemukan jati diri kita yang sesungguhnya di masa-masa remaja penuh bergejolak ini. Cukupkah begitu? Ups! Kita ternyata tidak bisa mengabaikan bahwa identitas diri telah dianugrahkan pada kita jauh sebelum masa remaja menjelang. Identitas alamiah yang ditandai dengan status kemusliman kita. Tanda keimanan kita kepada Dzat yang Maha Mencipta dan Mengatur. Sahabat, ternyata status muslim ini membawa konsekuensi yang cukup mulia. Kita bukan sekedar di minta untuk mengakui dan berikrar terhadap keESAan Allah. It’s more than a word, frenz. DIA meminta aksi nyata dari pembenaran itu. Yaitu kemampuan kita untuk taat pada seruanNya di semua aktivitas kehidupan kita baik secara individu maupun ketika bergaul dengan sesama. Termasuk penempatan suka, benci, selera, ato kecederungan jiwa. Semua kudu terikat ma keinginanNya. Ih, masak Tuhan maksa banget seh. Kagak juga kok. DIA malah memudahkan kehidupan kita. Aturan diberikan agar kita terjaga dari tindak asusila dan menjerumuskan. Supaya kita ndak tersesat dalam glamour fatamorgana dunia ini. Semua dilakukanNya atas nama cintaNya kepada makhluk-makhlukNya.<br />
Nah, Allah dalam risalahNya yaitu agama Islam juga memberikan status yang jelas terhadap tradisi V-Day. Dari awal, kita telah menemukan bahwa V-Day bukan tradisi kepercayaan umat Islam. Bahkan aktivitas yang ada cenderung untuk mensekutukan Allah yaitu pengagungan Nimrod dan Lupercus (Tuhan Romawi). Dalam agama Nasrani, tradisi ini dirayakan untuk menghormati kematian pendeta St. Valentino. Sama sekali gak nyrempet risalah agama Islam. Oleh karena itu, “Siapa saja yang menyerupai suatu kaum (gaya hidup dan adat istiadatnya), maka mereka termasuk golongan tersebut”(HR.Abu Daud&amp;Imam Ahmad dari Ibnu Umar). Jelas sekali, sahabat. Pilihan telah ditetapkan. Barangsiapa yang mengikuti tradisi di luar agama Islam maka mereka menjadi bagian dari kaum yang mempercayai tradisi itu. Allah pun secara gamblang memperingatkan, “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya, Kitabullah dan Sunnah nabiNya” (HR. Imam Malik). Makna tersirat dari ayat di atas adalah bahwa aktivitas yang tidak akan menyesatkan kehidupan kita adalah segala hal yang termaktub dalam Quran dan Hadits. Selain daripada keduanya tidak akan menjamin ketentraman dan teraihnya ridho Allah. Ini menunjukkan bahwa V-Day bukan dari Islam dan Allah tidak  memberi jaminan keselamatan bagi segala hal di luar seruanNya. Kalo kita nekat mengikutinya karena takut terkucilkan dari pergaulan modern, maka sungguh Allah pun tidak pernah salah dalam peringatanNya. Bisa jadi materi yang dikeluarkan menjadi mubadzir, kita akan terjerumus pergaulan bebas nan lepas, ato ilmu yang kita selami di sekolah menjadi tidak manfaat. Maha Benar Allah atas segala perkataanNya.<br />
Kebanyakan remaja sering menggunakan tradisi ini untuk mencari pacar atau menembak seseorang yang digandrungi. Upaya muda-mudi untuk PDKT dengan lawan jenis sangat diekspose. Pokoknya ALL OUT-lah, habis-habisan. Mulai dari permak wajah, tubuh, gaya berpakaian, penciptaan suasana romantis, berbagai macam kado dan aksesoris untuk sang pujaan hingga lisan pun harus lihai berpujangga. Semua ini sangat diupayakan agar pengungkapan kasih sayang berjalan dengan lancar en kagak malu-maluin. Apalagi, remaja kita semakin dipermudah sekarang karena para pebisnis dan media massa memberikan peluang dan sarana yang bervariasi. Mall ato plaza memberikan banyak tawaran menarik mulai dari merchandise dan souvenir sebagai kado, mencetak berbagai kartu bertema cinta yang romantis, ato berbagai macam aksesoris tubuh biar tambah PeDe merayakan v-Day. Produk ini digencarkan dengan berbagai plakat nuansa gelora cinta yang dipasang di tempat-tempat umum. Sehingga konsumen terhasung untuk berbelanja di tempat mereka. Tidak mau kalah, media massa merancang berbagai macam program bertajuk cinta mulai dari penayangan romance film, pagelaran kuis perjodohan ato nembak doi, dan pertunjukkan live romance concert. Tujuan para produsen dan media massa itu hanya satu yaitu meraup keuntungan yang besar dengan memanfaatkan momen yang ada. Kalaupun toh ada dampak negatif ato positif dari semua program dan produk yang digencarkan ke publik itu, mereka berlepas tangan. Final destination, remaja kita semakin keblinger dalam arus cinta monyet dan menjamurnya pasangan-pasangan muda yang di mabuk asmara pasca valentine day. Weleh&#8230;</p>
<p>Bergegaslah Membersihkan Diri dari Setitik Noda<br />
”Dan janganlah kamu melakukan sesuatu yang tidak ada ilmu di dalamnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban”(Al Isra’:36)<br />
Sahabat, memang benar, ilmu adalah cahaya kehidupan. Tanpa ilmu laksana berjalan di malam gelap gulita tanpa penerang. Pun demikian dalam setiap aktivitas kita. Kita bukan anak kecil yang melakukan sesuatu hanya berdasarkan having fun saja. Sudah saatnya, kita membangun kedewasaan diri mulai sekarang. Pencarian identitas diri adalah dengan cara mengembalikan tujuan utama diri ini diciptakan. Sebagai hamba Allah yang hidup untuk mematuhi aturan dariNya semata. Selain dari itu adalah jalan yang menyesatkan. Status kemusliman yang telah tersandang sejak kecil menunjukkan bahwa Islam semata the real way of our life. Oleh karena itu, remaja yang berjati diri bukanlah seseorang yang tidak punya pendirian dan membebek kepada semua hal yang dianggap gaul en trendy. Remaja beridentitas adalah sosok yang tidak mudah terbawa arus. Dia akan mempertimbangkan kesesuaian gaul en trendy itu berdasarkan ridho dan tidaknya Allah. Karena, dia sangat menyadari bahwa kehidupan tidak berlangsung lama. Asal semua manusia adalah berawal dan berakhir dengan menghadapNya. Sehingga, merugilah seseoran yang berjalan di muka bumi tanpa meraih keridhoan Illahi.<br />
Sahabat, kita pun telah menyaksikan betapa banyak remaja-remaji yang terjerumus dalam pergaulan tidak sehat. Selain kondisi masyarakat yang jauh dari Islam, media massa pun jarang mempertontonkan tayangan yang mensehatkan aqidah kita. Oleh karena itu, kita tidak bisa menunggu banyak waktu lagi. Yuk, sama-sama memupuk rasa cinta untuk mendalami Islam dan beraksi menyadarkan sahabat-sahabat kita yang lain agar kembali pada jalanNya. Bukankah Rasul pun telah menasehati, “Siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, tidak disayangi Allah”(HR. Bukhari-Muslim). Nah, salah satu ungkapan cinta yang dianjurkan oleh Islam adalah saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Semoga Allah memudahkan setiap urusan kita. Kita tunggu kiprahmu sahabat untuk saling bergandengan tangan meraih cintaNya yang paling indah. Wallahu a’lam bi ash showwaab</p>
<p>(Mbak Vie)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/firdausmile.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/firdausmile.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firdausmile.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firdausmile.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=56&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/sobat-lindungi-jiwamu-dari-tradisi-jahiliyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06db042d0dbc4476590e2ef4ed68caee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">firdausmile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak saya tidak mengerti kalau di-lulu</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/anak-saya-tidak-mengerti-kalau-di-lulu/</link>
		<comments>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/anak-saya-tidak-mengerti-kalau-di-lulu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 01:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firdausmile</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsultasi Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/anak-saya-tidak-mengerti-kalau-di-lulu/</guid>
		<description><![CDATA[Bersama Sri Ambarwati, SE (Ketua Biro Peduli Anak YBU l-Mustanir) Assalamualaikum. Wr. Wb. Ibu pengasuh Tanya Jawab Permasalahan Anak, saya mempunyai anak usia lima tahun, akhir-akhir ini saya agak bingung menghadapinya. Masalahnya anak saya kalau dilarang seperi disuruh, kalau disuruh seringkali mogok atau membantah. Kadang-kadang saya jengkel juga, sehingga kalau dia melakukan kesalahan saya katakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=55&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Bersama</span><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span> </span></font><span> </span><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>Sri Ambarwati, SE  (Ketua Biro Peduli Anak YBU l-Mustanir)</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="de-DE">
<font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="4"><span><i><b></b></i></span></font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>Assalamualaikum. </span></font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>Wr. Wb.</span></font>
</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>Ibu pengasuh Tanya Jawab Permasalahan Anak, saya mempunyai anak usia lima tahun, akhir-akhir ini saya agak bingung menghadapinya. Masalahnya anak saya kalau dilarang seperi disuruh, kalau disuruh seringkali mogok atau membantah. Kadang-kadang saya jengkel juga, sehingga kalau dia melakukan kesalahan saya katakan yang sebaliknya (Bhs. Jawa nglu-lu). Tapi sepertinya anak saya tidak mengerti kalau sedang </span></font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span><i>dilu-lu</i></span></font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>. Bagaimana Bu, saya tolong dibantu.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="it-IT">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="it-IT"><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">						Bu Hanik,</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="it-IT"><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">						Rejoagung</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify" lang="it-IT">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify" lang="it-IT"> <font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">Wa’alaikumussalam. Wr. Wb.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>Ibu Hanik yang budiman. Pada dasarnya setiap anak ingin selalu disayang oleh orangtuanya terutama ibunya. Untuk anak ibu, cobalah merubah gaya mendidik anak. Tolong Ibu kurangi kata-kata yang berupa perintah dan larangan. Ajaklah anak untuk dialog, dan gunakan kata-kata yang bijak bila menyuruh sesuatu. Misalnya ketika anak sulit disuruh mandi katakan : “Anak Sholeh, Ibu akan senang sekali kalau kakak segera mandi”. Hindari kata-kata yang terkesan memaksa, misalnya : “Ayo mandi. Cepat”! Bila anak menolak, jangan keburu marah Bu, ajaklah berdialog. Misalnya ditanya “Apa yang menyebabkan kakak tidak segera mandi”? Dan apabila si anak melakukan sesuai keinginan kita, jangan lupa memberi imbalan baik berupa pujian, senyuman, ciuman atau pelukan sayang. (tidak harus materi).  InsyaAlloh anak akan senang menerima imbalan dari kita, dan akan terus mencari apa yang membuat kita senang dan menyayangi dia.</span></font></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">Ibu Hanik yang sholehah. Berkenaan dengan kata-kata yang </font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><i>nglu-lu</i></font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">, anak usia lima (5) tahun akal dan perasaannya memang belum berkembang sempurna. Sehingga wajar saja jika dia tidak memahami kalau sedang </font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><i>dilu-lu</i></font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">. Misalnya ketika si kakak memukul adiknya, janganlah kita melarangnya dengan mengatakan “terus-terus”!atau berkata kepadanya “Bagus ya, sekarang sudah pandai membantah nasehat ibu”! atau “Senang lihat ibu sedih”? Tolong jangan gunakan kata-kata semacam itu, karena anak kita yang lugu akan memahami apa adanya dan belum mampu menganalisanya. Di sini, kita memang dituntut untuk senantiasa kreatif dalam memberi nasehat pada anak. InsyaAlloh lama- kelamaan anak akan mengerti karena nasehat Ibu akan terekam di alam bawah sadarnya, walaupun mungkin hasilnya tidak saat itu juga.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2">	</font><font face="Century Gothic, sans-serif"></font><font size="2"><span>Terakhir kali, senantiasa do’akan setiap selesai sholat. Kita pasti yakin, tidak ada sesuatu yang sulit bagi Alloh Ta’ala, termasuk menjadikan anak kita menjadi anak yang sholeh. Amin.</span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/firdausmile.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/firdausmile.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firdausmile.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firdausmile.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=55&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/anak-saya-tidak-mengerti-kalau-di-lulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06db042d0dbc4476590e2ef4ed68caee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">firdausmile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Menghadapi Aksi Diam Anak</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/kiat-menghadapi-aksi-diam-anak/</link>
		<comments>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/kiat-menghadapi-aksi-diam-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 01:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firdausmile</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Ibu dan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firdausmile.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[    Sebuah keluarga, suatu pagi di hari libur bersiap-siap berangkat ke luar kota. Rupanya mereka akan berkunjung ke rumah nenek. Jam 08.00 semua sudah siap. Tinggal si sulung, Reza (8 th) yang belum selesai mandinya. Tidak biasanya Reza mandi berlama-lama seperti ini. Sampai-sampai Ibu tak sabar lagi. “Reza cepat mandinya. Ini sudah jam delapan. Nanti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=54&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>    Sebuah keluarga, suatu pagi di hari libur bersiap-siap berangkat ke luar kota. Rupanya mereka akan berkunjung ke rumah nenek. Jam 08.00 semua sudah siap. Tinggal si sulung, Reza (8 th) yang belum selesai mandinya.<br />
Tidak biasanya Reza mandi berlama-lama seperti ini. Sampai-sampai Ibu tak sabar lagi. “Reza cepat mandinya. Ini sudah jam delapan. Nanti keburu siang!” teriak ibu menahan jengkel. Tapi Reza tetap mandi berlambat-lambat.<br />
“Reza, dengar nggak! Cepat mandinya. Kamu ini ngapain sih? Teriak ibu lagi.<br />
Ayah Reza yang sejak tadi sudah menunggu jadi ikut jengkel melihat tingkah laku anaknya.”Reza, kamu dengar nggak sih! Jadi anak yang baik dong!” kata ayah setengah membentak sambil menggedor pintu.<br />
Menghadapi bentakan ayahnya , Reza segera menyulut pertengkaran mulut. Tak kalah sengit dia melampiaskan kemarahan kepada orangtuanya. “Ayah selalu membentak-bentak, maunya menang sendiri. Ibu juga jahat, tidak sayang sama Reza.” Pertengkaran mulut itu meluas. Mereka akhirnya tidak saja mempersoalkan Reza yang mandi lama.<br />
Para orang tua sering menjumpai anaknya yang tiba-tiba menjadi seorang yang sangat pemalas, berlambat-lambat melakukan segala sesuatu, atau bahkan tidak mau melakukan apa yang sebenarnya dia bisa dan tidak mau menjawab pertanyaan.<br />
Ia sengaja melakukan itu sebagai sikap negatif agar orang tuanya marah. Hal ini disebabkan adanya keinginan-keinginan yang menurut si anak tidak terpenuhi. Sehingga ia memancing kemarahan orang tuanya agar dia bisa melampiaskan kemarahannyajuga. Inilah yang disebut dawdling.<br />
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menjumpai anak kita melakukan dawdling. Perilaku negatif ini dapat dilakukan anak sejak usia 3 tahun sampai dengan remaja akhir (sekitar usia 19 tahun).<br />
Pada anak usia 4 tahun, misalnya dapat melakukan dawdling dengan berlambat-lambat makan. Makanan dimulut dibiarkan tanpa dikunyah. Pada anak yang lebih besar, akan lebih bervariasi karena mereka lebih mampu memilih tindakan yang jitu untuk membuat orang tuanya marah.<br />
Dawdling memang mudah menyulut kemarahan. Tetapi dalam menghadapinya dengan menunjukkan kemarahan justru berpotensi menjadi bumerang karena tujuan anak untuk membuat marah, berhasil. Anak pun terpenuhi ambisinya untuk marah, sehingga terjadilah pertengkaran, yang kita semua tidak ada yang menginginkan.<br />
Orang tua tidak perlu menghadapi dawdling dengan marah. Kunci keberhasilan menghadapinya justru terletak pada kesabaran untuk menahan diri agar tidak menampakkan kemarahan. Sebaiknya menunjukkan sikap santai seolah-olah tidak terjadi suatu peristiwa yang mengganggu.<br />
Untuk mengetahui penyebab si anak melakukan dawdling, ajaklah dia berdialog. Tetapi bukan pada saat si anak sedang melancarkan aksinya, lain waktu ketika dia terlihat riang.<br />
“Reza, ibu ingin tanya. Kenapa sih Reza kadang kok suka lama sekali kalau mandi?”  “Firda kadang-kadang kalau makan, dikunyah terus. Nggak ditelan-telan. Mengapa?” Dialog yang akrab antara orangtua dan anak insya Alloh akan menyelesaikan masalah-masalah yang muncul. Dengan dialog yang hangat orangtua dapat menjadi sahabat, panutan dan pemimpin secara efektif bagi anak.</p>
<p>(Sri Ambarwati, SE. dari berbagai sumber)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/firdausmile.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/firdausmile.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firdausmile.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firdausmile.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=54&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/kiat-menghadapi-aksi-diam-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06db042d0dbc4476590e2ef4ed68caee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">firdausmile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Fitrah Anak</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/menjaga-fitrah-anak/</link>
		<comments>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/menjaga-fitrah-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 00:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firdausmile</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Ibu dan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firdausmile.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Setiap anak yang dilahirkan itu telah membawa fitrah beragama (perasaan percaya kepada Allah); maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut, yahudi, nasrani, majusi, atau dia masuk ke dalam Islam”.(hadits riwayat Imam Al Bukhari) Hadits ini menegaskan bahwa setiap anak yang lahir tidaklah kosong mlompong,melainkan sudah membawa potensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=53&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah SAW bersabda  yang artinya<br />
“Setiap anak yang dilahirkan itu telah membawa fitrah beragama (perasaan percaya kepada Allah); maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut, yahudi, nasrani, majusi, atau dia masuk ke dalam Islam”.(hadits riwayat Imam Al Bukhari)</p>
<p>Hadits ini menegaskan bahwa setiap anak yang lahir tidaklah kosong mlompong,melainkan sudah membawa potensi iman kepada Allah. Sehingga, jika pendidikan yang diterima anak  di lingkungan rumah baik, mampu mengarahkan dan mengokohkan keimanan anak, pergaulan social mayarakat baik, serta tersedianya lingkungan belajar yang aman, murah, program yang mampu membentuk keimanan dan kepribadian Islam yang tangguh, maka tidak diragukan lagi anak akan tumbuh besar pada landasan iman yang kuat, akhlaq mulia dan mampu menyelesaikan problem kehidupan sesuai dengan ketentuan Syariat Islam.<br />
Anak adalah amanah dari Allah, maka orang tua harus menjaga amanah tersebut dengan tetap menjaga fitrah keimanannya. Maka pendidikan pertama yang kita berikan pada anak-anak adalah tauhid/aqidah Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita, beliau SAW bersabda dari Ibnu Abbas, yang artinya<br />
“ Bacakanlah/bukalah kepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan La Ilaha Illa ‘llah (tidak ada tuhan selain Allah)”.(HR Al Hakim)<br />
Oleh karena itu orang tua, khususnya   ibu harus melakukan proses pembelajaran pada anak sedini munkin, meski bayi masih dalam kandunagn. Pada minggu ke 20 kehamilan ibu, organ pendengaran bayi sudah terbentuk dengan sempurna, dan mulai berfungsi, bayi mulai bergerak, menimbulkan getaran-getaran halus yang hanya bisa dirasakan oleh ibu. Di dalam Islam, usia 20 minggu kehamilan telah melewati saat peniupan roh (nyawa).sudah selayaknya ibu memperlakukan si janin sebagai manusia, meski sangat lemah, kecil dan mungil. Orang tua, khususnya ibu mulai menerapkan pendidikan Islam kepada si janin dengan cara membiasakan perilaku-prilaku Islami, membaca Al Quran, berbahasa lembut lagi santun,mengajaknya bicara, membelai dengan sayang,dan sebagainya.<br />
Ketika bayi lahir, syariat Islam mengajarkan agar dibacakan adzan ditelinga kanan, dan iqomah di telinga kiri. Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya Tuhfatu ‘l-Maudud, Adzan dan iqomah yang dibacakan untuk bayi yang baru lahir akan memberikan manfaat antara lain:<br />
yang pertama menembus pendengaran si bayi adalah kebesaran Allah dan Syahadah (persaksian) yang dengan syahadah seseorang masuk Islam. Hal ini juga merupakan pengajaran bagi si bayi tentang syariat Islam ketika si bayi memasuki dunia.<br />
Larinya setan dari kaliamat-kalimat Adzan, sedangkan setan selalu menunngu kelahiran bayi untuk diikatnya, dengan Adzan  setan mendengar apa yang dibencinya<br />
Adzan juga mengandung makna dakwah kepada Allah dan Din Nya, Islam. Sehingga bayi yang baru lahir telah didahului dengan dakwah Islam. Bukan dengan seruan setan.<br />
Makna adzan yang dikemukakan oleh Ibnu Qoyyim ini, kesimpulannya adalah orang tua harus menjaga dan menanamkan dengan kuat aqidah /keimanan anak, mengajari anak mengusir setan, dan mengendalikan hawa nafsu, sejak anak mencium bau dunia dan menghirup angin kehidupan. Apa yang dilakukan oleh orang tua, untuk selalu menjaga fitrah anak-anaknya, pasti akan berbuah kebaikan tidak hanya untuk kedua orang tuanya, tapi juga untuk umat ini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/firdausmile.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/firdausmile.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firdausmile.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firdausmile.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=53&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/menjaga-fitrah-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06db042d0dbc4476590e2ef4ed68caee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">firdausmile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/bunda/</link>
		<comments>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 00:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firdausmile</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Ibu dan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/bunda/</guid>
		<description><![CDATA[By: bunda Nabila Kubuka album biru Penuh debu dan usang Kupandangi semua gambar diri Kecil bersih belum ternoda Fikirku pun melayang Dahulu penuh kasih Teringat semua tentang riwayatku Kata mereka diriku slalu dimanja Kata mereka diriku slalu ditimang&#8230;&#8230;. Kudengar lagu Melly Goeslow itu disuarakan oleh mulut mungil anakku,entah dia mengerti atau tidak makna dari apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=52&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: bunda Nabila</p>
<p>Kubuka album biru<br />
Penuh debu dan usang<br />
Kupandangi semua gambar diri<br />
Kecil bersih belum ternoda<br />
Fikirku pun melayang<br />
Dahulu penuh kasih<br />
Teringat semua tentang riwayatku<br />
Kata mereka diriku slalu dimanja<br />
Kata mereka diriku slalu ditimang&#8230;&#8230;.</p>
<p>Kudengar lagu  Melly Goeslow itu disuarakan oleh mulut mungil anakku,entah dia mengerti atau tidak makna dari apa yang dia lantunkan. Aku menyadari betul betapa tugas seorang ibu bukanlah tugas yang ringan, sungguh aku rasakan hal itu.<br />
Ayo….hanna,kamil bangu….n, tak lama matahari nonggol,kapan shalat subuhmu,ayo cepat! Hampir tiap hari aku harus membiasakan pada anak-anak untuk bangun pagi, tak terkecuali pagi ini,aku harus juga menyiapkan segala sesuatu untuk persiapan pergi ke Pacitan.Mulai dari minuman,snac.mainan dsb.yah…pagi ini ada acara seminar di Pacitan tentang PAUD dan aku diminta panitia untuk menjadi pembicaranya.Semua anak-anakku berencana ikut,Hanna yang sudah kelas satu dan adiknya Kamila yang berusia 3 th, sekalian refresing.<br />
Bus yang membawa kami ke Pacitan tak juga kunjung datang,<br />
Rencana berangkat pukul 09.00 pagi,tertunda hingga pukul 11.00 Siang.”Bunda, aku capek,kok lama tidak nyampek” seru Hanna,<br />
“Yang sabar to mbak”, kata adiknya menghibur kakaknya.Demiakanlah setiap kali perjalanan kak Hanna selalu kurang sabar di perjalanan.Adik Kamil dengan keceriaannya selalu bertanya dan berkomentar,sehingga perjalanan yang tadinya membosankan sedikit terhibur dengan celoteh lucu sang adik.<br />
“Allahu Akbar!jerit kedua anakku tatkala jalanan menanjak,”wuik jalannya berliku-liku seperti ular”ujar Kamila spontan.<br />
Dengan merambat bus kamipun sampai di Desa Panggul yang letaknya diatas gunung,dari pacitan masih 3 jam lagi.<br />
“Bunda….bunda….lihat,di bawah itu ada pantai, indah sekali ya bunda,” kata Kamil dengan senang,karena melihat sesuatu yang baru.”iya, kita mesti bersyukur telah diberi Alloh mata untuk melihat,sehingga kita bisa menikmati keindahan pantai Pelang itu.<span id="more-52"></span><br />
“Yang punya pantai itu siapa bunda” Tanya kak Hanna.”Yang punya Allah”, jawabku sambil memperkuat pegangan tangganku ketubuh kamil yang ada dipangkuanku,tatkala jalanan mulai turun,<br />
“wa….h tebingnya curam sekali,hati-hati pak sopir,”teriak Kamil kala posisi bus ada ditepi jurang.<br />
Hanna yang dari tadi terdiam sambil memperhatikan sekelilingnya angkat bicara.”siapa yang punya tebing itu bunda?”Sambil tersenyum kujawab “Allah”.kalau gunung yang tinggi di depan kita itu punya siapa?”selidik Hanna penuh rasa ingin tahu.Sambil kuusap kepalanya kujawab, “Yang punya Allah”.<br />
“Bunda,mengapa gunungnya kok gundul tak ada tanamanya?”tanya Hanna tatkala kami melewati gunung-gunung yang gunduk.Spontan Kamil menjawab “karena pohonnya dipotong, seperti rambutku,kalau dipotong bunda jadi gundul kepalaku ha….ha….”.Gundul pacul “timpal Hanna sambil tertawa”.Mbak…,mbak…,lihat sungainya panjang berbelok-belok,seperti ular, apik ya mbak”.kata Kamila sambil tangannya digerak-gerakkan menirukan ular sedang berjalan.<br />
“Sungai itu juga milikNya ya bunda”,seru Hanna,dengan senyuman kujawab pertanyaan Hanna,sebagai tanda,jawabannya benar.<br />
“Bunda,jika pantai,laut, gunung, sungai semua punya Allah,kita punya apa bunda?”….Apa?”reaksiku spontan.Aku tak menyangka jika jawbanku tadi mengantarkan pada pertanyaan lain, diluar perkiraanku.Memang anak-anak sering kali melontarkan pertanyaan yang tidak diduga oleh orang tuanya, termasuk, Hanna,anakku.Sejenak aku berfikir, untuk memberi jawaban yang bisa difahami oleh anakku yang masih berusia 7 tahun.<br />
“Nak, kata Allah dalam Al Quran, bahwa semua yang ada di langit dan di bumi kepunyaan Allah,Kita sebagai orang yang beriman punya Allah,maka kita diperintahkan oleh Allah untuk mencari dan   menggunakan   harta milik Allah  ini sesuai dengan peraturan Allah. Misalnya tidak boleh mencuri tapi harus bekerja, Hutannya tidak boleh digunduli,nanti bisa banjir, jika pohon yang sudah tua ditebang harus ditanami lagi dengan pohon baru,dan lain.Allah memberi aturan agar manusia hidupnya enak dan selamat”.<br />
Sambil menjelaskan kuamati disekelilingku, siapa tahu ada sesuatu yang bisa memudahkanku untuk menjelaskan pertanyaan Hanna.<br />
Jalanan terus menanjak,kemudian turun dan berkelok-kelok,hamper 30 sd 50 meter ada rambu baru, kupikir inilah kesempatan untuk memberi penjelasan pada buah hatiku.<br />
“Hati-hati sering terjadi longsor!berarti disini sering longsor ya bunda”. Kata Hanna usai membaca rambu lalin.”iyalah”,seruku dengan intonasi menirukan anak-anak sekarang.<br />
“Hanna,lihat itu ada rambu lalin lagikan, itu artinya apa?” tanyaku.”Nggak tahu”. Jawab Hanna,” itu bererti tikungan tajam.coba kamu amati di pinggir jalan itu sambil kau hitung ada berapa rambu lalin yang telah kau lewati”. Ajakku pada Hanna.<br />
Hanna mulai menghitung, 1,2,3,4…..Sementara itu kamila tertidur dipangkuanku, Perjalanan ke Pacitan memang melelahkan, butuh waktu antara 7 sd 8 jam dari Kediri dengan kendaraan umum,maka wajar jika Kamila tertidur di perjalannan,dan Hanna sudah tidur duluan ketika perjalanan dari Kediri-Trenggalek.<br />
“Bunda.rambu lalinnya banyak sudah lebih 17, aku capek menghitungnya . Sudah ya bunda, tawar Hanna pada tugas yang kuberikan. “Iya, jawabku sambil tersenyum.<br />
“Nak,rambu yang kamu hitung tadi banyakkan,  kira-kira untuk apa pak polisi memasang banyak rambu lalin di sepanjang jalan tadi?” tanyaku pada Hanna.<br />
“Ya…. agar pak sopirnya tahu,jalannya mau belok,mau naik,turun,sering longsor,sehingga pak sopirnya hati-hati”. Jawab Hanna.<br />
“Wah…..hebat, jawaban yang tepat” kataku.<br />
“Kalau pak sopirnya mengikuti rambu lalin dan hati-hati,kemungkinan bisa sampai tujuan apa tidak?”tanyaku pada Hanna.<br />
“Ya…selamat sampei tujuan dong”, jawab Hanna spontan.<br />
“Nah,aturan Allah itu hampir sama dengan rambu lalin yang dipasang Pak polisi,bedanya,kalau rambu lalin tadi mengantarkan kita agar selamat sampai terminal Pacitan.Kalau aturan Allah diikuti menyelamatkan kita di dunia dan diakirat nanti sebagai terminal akhir manusia. Kita dapat surga dari Allah, karena di dunia kita ikuti rambunya Allah”.<br />
Hanna tampak mendengarkan dengan khusuk,entah dia mampu memahami dengan baik atau belum, dalam hati aku berdoa semoga Allah menjadikan anak-anakku ini anak-anak yang selalu taat pada Nya.<br />
Alhamdulillah, kami sudah sampai, teman-teman panitia seminar sudah menjemput kami, untuk diantar ke rumah salah satu pantia,agar kami bisa beristirahat.</p>
<p><i>*Dalam rubrik ini, setiap Bunda bisa mengirimkan tulisan perihal cara mendidik anak dalam bentuk cerita.</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/firdausmile.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/firdausmile.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firdausmile.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firdausmile.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=52&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06db042d0dbc4476590e2ef4ed68caee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">firdausmile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berlibur</title>
		<link>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/berlibur/</link>
		<comments>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/berlibur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 00:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>firdausmile</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Ibu dan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://firdausmile.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Salsabila Afiati* Di hari Minggu keluarga Ahmad dan Fatimah berlibur ke pantai. Pagi-pagi sekali Ahmad dan Fatimah sudah bangun, kira –kira pukul 04.30 WIB. ” Ahmad, Fatimah, ayo sholat subuh dulu, baru kalian mandi.” kata ayah. Setelah sholat mereka berdua mandi secara bergantian. ”E&#8230;&#8230;. Ahmad , sebelum masuk kamar mandi harus berdoa lho, hayo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=51&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Salsabila   Afiati*</p>
<p>Di hari Minggu keluarga Ahmad dan Fatimah berlibur ke pantai. Pagi-pagi sekali Ahmad dan Fatimah sudah bangun, kira –kira  pukul 04.30 WIB. ” Ahmad, Fatimah,  ayo sholat subuh dulu, baru kalian mandi.” kata ayah. Setelah sholat mereka berdua mandi secara bergantian. ”E&#8230;&#8230;. Ahmad , sebelum masuk kamar mandi harus berdoa lho, hayo bagaimana doanya..? kata Fatimah. ”Oh iya kak, Ahmad  hampir lupa, begini nih doanya&#8230;..allohumma inni ’a’u dzubika minal khubutsi wal khobaitsi” sahut Ahmad.<br />
Setelah semua dalam rumah bersih, mereka semua berangkat rekreasi atau berlibur ke pantai. Sesampai di pantai, Ahmad dan Fatimah senang sekali, ” Anak-anak Ayah mau cari tempat parkir dulu ya&#8230;.” kata Ayah. ” Iya yah ” sahut Ahmad dan Fatimah. ”Subhanallah indah sekali pantai ini ada lautan yang membentang, ikan-ikan yang banyak, dan nelayan yang melaut ” kata Ahmad. ” Ahmad , Fatimah, ayo ke sini makan dulu, ” kata ibu.<br />
Setelah bersenang-senang cukup lama, keluarga Ahmad dan Fatimah  pulang ke rumah. ”Anak-anak bagaimana dengan liburan tadi asyik tidak?” tanya Ayah ” Senang sekali Yah”  sahut Ahmad dan Fatimah . ”Ya sudah sekarang kalian mandi saja daripada bau badannya,&#8230;&#8230;ayo&#8230;ayo&#8230;.ayoo&#8230;kata ibu.</p>
<p>*Penulis siswa kelas IV SDIT Darussalam Tulungagung.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/firdausmile.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/firdausmile.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/firdausmile.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/firdausmile.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=firdausmile.wordpress.com&amp;blog=2531950&amp;post=51&amp;subd=firdausmile&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://firdausmile.wordpress.com/2008/03/30/berlibur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06db042d0dbc4476590e2ef4ed68caee?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">firdausmile</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
