Menjaga Fitrah Anak

Dari Abu Hurairah,bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya
“Setiap anak yang dilahirkan itu telah membawa fitrah beragama (perasaan percaya kepada Allah); maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan anak tersebut, yahudi, nasrani, majusi, atau dia masuk ke dalam Islam”.(hadits riwayat Imam Al Bukhari)

Hadits ini menegaskan bahwa setiap anak yang lahir tidaklah kosong mlompong,melainkan sudah membawa potensi iman kepada Allah. Sehingga, jika pendidikan yang diterima anak di lingkungan rumah baik, mampu mengarahkan dan mengokohkan keimanan anak, pergaulan social mayarakat baik, serta tersedianya lingkungan belajar yang aman, murah, program yang mampu membentuk keimanan dan kepribadian Islam yang tangguh, maka tidak diragukan lagi anak akan tumbuh besar pada landasan iman yang kuat, akhlaq mulia dan mampu menyelesaikan problem kehidupan sesuai dengan ketentuan Syariat Islam.
Anak adalah amanah dari Allah, maka orang tua harus menjaga amanah tersebut dengan tetap menjaga fitrah keimanannya. Maka pendidikan pertama yang kita berikan pada anak-anak adalah tauhid/aqidah Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita, beliau SAW bersabda dari Ibnu Abbas, yang artinya
“ Bacakanlah/bukalah kepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan La Ilaha Illa ‘llah (tidak ada tuhan selain Allah)”.(HR Al Hakim)
Oleh karena itu orang tua, khususnya ibu harus melakukan proses pembelajaran pada anak sedini munkin, meski bayi masih dalam kandunagn. Pada minggu ke 20 kehamilan ibu, organ pendengaran bayi sudah terbentuk dengan sempurna, dan mulai berfungsi, bayi mulai bergerak, menimbulkan getaran-getaran halus yang hanya bisa dirasakan oleh ibu. Di dalam Islam, usia 20 minggu kehamilan telah melewati saat peniupan roh (nyawa).sudah selayaknya ibu memperlakukan si janin sebagai manusia, meski sangat lemah, kecil dan mungil. Orang tua, khususnya ibu mulai menerapkan pendidikan Islam kepada si janin dengan cara membiasakan perilaku-prilaku Islami, membaca Al Quran, berbahasa lembut lagi santun,mengajaknya bicara, membelai dengan sayang,dan sebagainya.
Ketika bayi lahir, syariat Islam mengajarkan agar dibacakan adzan ditelinga kanan, dan iqomah di telinga kiri. Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya Tuhfatu ‘l-Maudud, Adzan dan iqomah yang dibacakan untuk bayi yang baru lahir akan memberikan manfaat antara lain:
yang pertama menembus pendengaran si bayi adalah kebesaran Allah dan Syahadah (persaksian) yang dengan syahadah seseorang masuk Islam. Hal ini juga merupakan pengajaran bagi si bayi tentang syariat Islam ketika si bayi memasuki dunia.
Larinya setan dari kaliamat-kalimat Adzan, sedangkan setan selalu menunngu kelahiran bayi untuk diikatnya, dengan Adzan setan mendengar apa yang dibencinya
Adzan juga mengandung makna dakwah kepada Allah dan Din Nya, Islam. Sehingga bayi yang baru lahir telah didahului dengan dakwah Islam. Bukan dengan seruan setan.
Makna adzan yang dikemukakan oleh Ibnu Qoyyim ini, kesimpulannya adalah orang tua harus menjaga dan menanamkan dengan kuat aqidah /keimanan anak, mengajari anak mengusir setan, dan mengendalikan hawa nafsu, sejak anak mencium bau dunia dan menghirup angin kehidupan. Apa yang dilakukan oleh orang tua, untuk selalu menjaga fitrah anak-anaknya, pasti akan berbuah kebaikan tidak hanya untuk kedua orang tuanya, tapi juga untuk umat ini.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: